User Profile

Marcus Walton

Bio Statement Banyak dari kita tak mengetahui bahwa Al-Quran dulu tak berbentuk kodifikasi seperti ketika ini. Al-Quran dulu merupakan wahyu yang diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW dan belum dikodifikasikan. Berkat jasa Umar Bin Khattab terjadilah dinamika penulisan Al-Quran sehingga Al-Quran bisa terkodifikasikan seperti yang kita kenal sekarang. Pengkodifikasian tersebut bermula pada dikala perang Yamanah.

Dalam perang hal yang demikian banyak prajurit terbunuh khususnya dari kalangan penghafal Al-Quran. http://www.situsislami.net kejadian semacam itu lalu Umar mengambil inisiatif untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Melalui pro kontra dengan Abu Bakar yang saat itu menjadi khalifah hasilnya diambil keputusan bahwa ide Umar untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Pelaksanaan pengkodifikasian tersebut juga berlangsung cukup lama ialah sekitar satu tahun. Dalam mengerjakan hal ini Umar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk melaksanakannya. Supaya ini bukan tanpa alasan karena Zaid yakni orang yang menulis di hadapan Rasulullah dikala beliau menerima wahyu.

Selain pengkodifikasian bisa dilaksanakan dengan baik dan tanpa melewatkan apa bahkan maka dilakukanlah dua cara sekaligus dalam dinamika penulisan Al-Quran. Pertama dia menggunakan cara memakai wahyu yang pernah ditulisnya dahulu dengan disertai oleh dua orang saksi. Kecuali metode hal yang demikian Zaid memakai cara dengan metode mencatat hafalan Al-Quran dari para sahabat. Agar hal yang demikian dikerjakan untuk memperjelas potongan wahyu yang akan dikodifikasikan nantinya. Kecuali itu dengan kedua cara tadi diinginkan bisa menemukan potongan wahyu yang sirna atau sebagainya.

Maka pengkodifikasian hal yang demikian alhasil diserahkan terhadap Abu Bakar dan selanjutnya setelah Abu Bakar wafat kodifikasian tadi dimiliki oleh Utsman bin Affan. Memperhatikan hal hal yang demikian tentu saja kita seharusnya berterimakasih kepada Umar bin Khattab karena apabila bukan sebab inisiatifnya kita tak mungkin mengenal Al-Quran yang kita kenal ketika ini.

Perjuangannya untuk menjalankan inisiatif dalam dinamika penulisan Al-Quran memang pantas untuk diacungi jempol. dari itu sebagai umat Islam, kita harus mengapresiasi hasil usaha beliau untuk mengkodifikasikan Al-Quran salah satunya dengan rajin membacanya. Selain itu kita juga harus bersyukur maka bayangkan saja jikalau Al-Quran tidak dikodifikasikan tentu saja seandainya akan amat kesusahan ketika ingin membacanya.
11-teknik-penulisan-karya-ilmiah-3-638.j


Copyright © Reports on Geodesy and Geoinformatics 2014-2018, e-mail: reports.geodesy@gmail.com
eISSN: 2391-8152